Dina Begum: Bekerja dari Rumah sebagai Penerjemah Lepas

Apakah teman-teman suka membaca buku dan membaca novel? Ingin bekerja di rumah sesuai dengan pekerjaan teman-teman tersebut?

Yuk kita simak wawancara dengan Mbak Dina Begum, seorang Freelance Translator (Penerjemah lepas) yang merupakan anggota Himpunan Penerjeman Indonesia. Mbak Dina adalah seorang work at home mom, mantan seorang pegawai kantoran yang kini bekerja di rumah menjadi seorang penerjemah yang sesuai dengan passion dan hobinya. Untuk membaca profil lengkap Mbak Dina dan bertanya dengan beliau, silakan baca blognya mengenai Mbak Dina Begum di blog pribadinya

Hai Mbak Dina.. Kenalan dulu yuk dengan pembaca Entrepreneur Rumahan..

Penerjemah Lepas Freelance translator

Hai, nama panggilanku Dina Begum, 42 tahun, penerjemah lepas penuh waktu sejak tahun 2008, punya dua anak, yang satu sudah kuliah di IPB dan yang bungsu insya Allah tahun ini kuliah juga.

Bisa tolong diceritakan pekerjaan Mbak Dina sebagai penerjemah freelance?

Tugasku sebagai penerjemah yaitu memindahkan makna dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dengan akurat, dalam bahasa yang dimengerti dan sesuai untuk pembaca sasaran, dan dalam waktu yang ditentukan oleh klien. Yang dimaksud ‘lepas’ yakni aku tidak bekerja untuk perusahaan tertentu dan ‘penuh waktu’ maksudnya menerjemahkan merupakan satu-satunya profesi yang kugeluti, selain menjadi ibu, tentunya. Klienku selama ini perusahaan komersial, baik asing maupun nasional, agensi penerjemahan asing, orang pribadi, dan yang paling banyak penerbit. Jika mereka membutuhkan jasaku, dari awal kami menyepakati tenggat, volume serta format materi yang harus diterjemahkan, bagaimana cara mengirimkan hasil terjemahan, dan tentu saja –ehm- honor serta cara pembayarannya.

Bagaimana jadwal Mbak Dina sehari-hari, khususnya bila sedang ada job terjemahan?

Biasanya aku mulai menerjemahkan pagi hari setelah semua urusan emak-emak selesai. Walau enggak punya jam kerja khusus, aku mengikuti prinsip jam kerja kantorku dulu yang fleksibel, rata-rata aku menerjemahkan sekitar 8 jam sehari. Mau mulai jam 5 pagi atau jam 9 pagi pokoknya sehari 8 jam. Kalau mulai lebih awal artinya aku punya waktu untuk bobo siang atau jalan-jalan. Aku juga punya jadwal rutin lain pada siang hari. Nah, waktu yang kugunakan untuk melakukan kegiatan itu kuganti pada malam atau pagi-pagi sekali. Tentu saja kantorku dulu punya core office hours sementara aku enggak. Tapi karena sudah terbiasa kerja seperti itu aku bisa ngukur waktu. Kalau aku ‘terpaksa’ harus bekerja lebih dari itu artinya lembur, bayarannya harus dobel dong. Yang jelas aku enggak biasa begadang. Mendingan bangun jam 3 pagi daripada harus kerja lewat jam 10 malam.

Boleh diceritakan bagaimana ceritanya hingga Mbak Dina menjadi penerjemah freelance?

Awalnya dari hobi baca kisah detektif atau petualangan. Sejak SD aku sudah baca novel karya Enid Blyton, disusul membaca karya-karya Agatha Christie, Alfred Hitchcock dll. Aku terpesona karena bisa menikmati kisahnya sama seperti aku menikmati karya-karya Arswendo Atmowiloto, V. Lestari, S. Mara GD., dll. Aku mulai menyadari profesi penerjemah dan mulai melakukannya sejak di bangku kuliah, menerjemahkan bahan-bahan tugas kuliah, baik untuk sendiri maupun untuk teman-teman. Kurasa hasil terjemahanku tidak terlalu buruk, karena tugas-tugasku itu tidak ada yang bermasalah, bahkan ada dosen yang memujiku karena aku berani mengambil bahan dari sumber berbahasa asing. Lama-lama menerjemahkan jadi hobi. Seperti main teka-teki atau memecahkan misteri. Suatu hari, seorang temanku beralih profesi menjadi penerjemah novel. Saat membaca karyanya, aku merasa kurang sreg. Sebagai penikmat baca, aku tidak menikmati karya tersebut. Saat itulah timbul kepercayaan diri bahwa aku bisa menerjemahkan lebih baik dari itu. Jadi, ketika tiba saatnya karierku berada di persimpangan jalan, dengan sendirinya yang terpikir olehku adalah menjadi penerjemah.

penerjemah lepas indonesia

Apa sih kelebihan dari pekerjaan Mbak sekarang?

Dibandingkan dengan profesiku sebelumnya sebagai orang kantoran, menerjemahkan banyak kelebihannya. Yang paling utama yaitu tidak perlu menembus kemacetan Jakarta untuk mendapatkan penghasilan. Aku bisa mengurus rumah tangga, tetap berhubungan dengan dunia luar dengan internet. Selain itu, aku dibayar untuk melakukan hobi.

Hambatan apa saja yang kerapkali dilalui sebagai penerjemah freelnce? Bagaimana cara mengatasinya?

Hambatan pertama yang kuhadapi adalah mendapatkan order. Sebagai pekerja lepas aku tidak bisa duduk manis menanti order. Cara mengatasinya yaitu dengan mencari order. Aku bergabung dengan mailing list Bahtera (Bahasa dan Terjemahan Indonesia). Selain kadang-kadang ada informasi mengenai lowongan kerja untuk penerjemah, aku juga banyak belajar dari diskusi-diskusinya. Aku juga mengirimkan lamaran yang disertai CV dan contoh hasil terjemahan ke berbagai penerbit dan perusahaan yang diketahui sedang mencari penerjemah. Aku juga turut menggarap proyek penerjemahan teman penerjemah yang membutuhkan bantuan. Sekarang, hambatan yang sering kuhadapi adalah membagi waktu karena terkadang ada order datang padahal sedang mengerjakan order lain. Caraku mengatasinya yaitu dengan bersikap realistis. Tidak rakus. Kalau aku main terima saja dan mengerjakannya dengan buru-buru, hasilnya tidak dijamin memuaskan. Bisa saja kulimpahkan order itu kepada penerjemah lain. Namun, aku tetap butuh waktu untuk memeriksa hasil terjemahannya dan menyesuaikannya dengan gayaku. Kalau lalai, risikonya putus hubungan dengan klien. Jika menghadapi situasi seperti itu, lebih baik aku mengatakan bahwa aku sedang mengerjakan terjemahan dengan tenggat tertentu, dan bertanya apakah klien tidak keberatan menunggu. Kalau tidak bisa menunggu, lebih baik aku menolaknya dan menawarkan untuk meneruskan tawaran tersebut ke penerjemah lain di milis atau ke seseorang yang tepat untuk mengerjakanannya.

Selain menjadi penerjemah freelance, apa kegiatan Mbak Dina lainnya?

Selain menerjemahkan, aku hobi yoga dan merajut. Sesekali aku juga menghadiri acara yang diadakan oleh komunitas yang kuikuti, seperti Himpunan Penerjemah Indonesia, komunitas merajut, Goodreads Indonesia, dan Indo Startrek.

Terakhir.. bagi-bagi dong tips untuk menjadi penerjemah freelance yang sukses seperti Mbak :)

Jangan suka menunda-nunda. Walau tenggat masih lama selesaikan sesuai kemampuan kita. Cepat selesai = cepat bisa menerima order. Kurasa aku juga ingin mengutip diskusi di milis Bahtera:

  • Tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan.

Tidak perlu banting harga. Banting harga mungkin bisa bikin kita kebanjiran proyek. Tapi sampai kapan kita bisa begadang 20 jam sehari mengerjakan proyek-proyek murah meriah?

  • Jangan menyerah.

Gagal dapat proyek dari agensi luar negeri tidak berarti harus berhenti jadi penerjemah. Cari penerbit atau agensi lokal untuk mendapatkan pekerjaan terjemahan

  • Belajarlah dari kesalahan di masa lalu maupun masa kini.

Tidak perlu marah atau kesal kalau terjemahan kita diedit oleh editor/klien. Ini justru kesempatan belajar gratis untuk memperbaiki mutu terjemahan kita.

  • Bersiap-siaplah menghadapi masa “kekeringan”.

Kalau dua bulan berturut-turut dapat proyek sebesar 20 juta. Jangalah berasumsi pendapatan kita akan terus 20 juta per bulan. Jaga gaya hidup agar tetap sederhana. Bisa jadi dua bulan berikutnya kita hanya dapat proyek 5 jutaan per bulan atau tidak sama sekali.

Selama masa “kekeringan” tersebut, kita bisa mengisinya dengan berbagai hal yang mungkin tidak sempat kita kerjakan selama masa “banjir” seperti: mempelajari cat tools baru, minta teman/senior untuk mengkritik hasil terjemahan kita, mendefrag PC/laptop, bersih-bersih file terjemahan supaya lebih rapi, ’Me-time’ dengan pergi ke salon dan memanjakan diri yang pastinya penat sangat setelah membabat singa mati alias (dead lion) deadline sekian lama tanpa jeda, dll.

  • Bersabarlah dan bertekunlah.

Jangan bosan mengikuti pelatihan-pelatihan penerjemahan, pertemuan penerjemah, seminar penerjemahan, dan sebagainya. Tidak ada biaya bukan alasan untuk tidak belajar. Sisihkan pendapatan untuk investasi yang paling menguntungkan, yaitu investasi pada diri kita sendiri.

—-

Bagaimana, wawancara dengan Mbak Dina Begum sangat inspiratif kan? Buat teman-teman yang jatuh cinta dengan dunia literatur, suka membaca novel/buku dan ingin mendapatkan penghasilan di rumah, ikuti yuk langkah Mbak Dina Begum untuk menjadi seorang penerjemah lepas. Atau bagi teman-teman yang bekerja di agency atau perusahaan penerbitan dan mencari seorang penerjemah lepas, silakan hubungi Mbak Dina Begum atau lihat contoh buku yang diterjemahkannya di blognya.

Hasil Kuesioner Minat Mbak Dina Begum

Nah sekarang kita lihat yuk hasil kuesioner minat Mbak Dina. Berdasarkan hasil kuesioner, bisa kita lihat Mbak Dina memiliki minat Konvensional dan Artistik yang menonjol. Umumnya, orang orang yang bertipe Konvensional dan Artistik sekaligus menyukai tugas-tugas yang terstruktur, memiliki sistem jelas, namun di satu sisi ia senang dengan pekerjaan yang memberinya kebebasan berekspresi, kreatif, dan menyukai seni. Seseorang yang memiliki dua tipe Artistik dan Kovensional yang dominan seperti Mbak Dina ini cukup langka, karena tipe Kovensional bersebrangan dengan tipe artistik (lihat bagannya di halaman cara membaca hasil). Umumnya seseorang yang menyukai pekerjaan yang terstruktur akan kesulitan berada dalam situasi bebas tanpa aturan yang disukai oleh seseorang dengan tipe Artistik. Begitu pula dengan orang Artistik yang senang berekspresi bebas sebabas-bebasnya dalam membuat karya umumnya kurang suka bila dimasukkan dalam situasi penuh aturan dan struktur.

Namun, itulah keunikan Mbak Dina, seseorang penerjemah lepas yang dapat bekerja dalam situasi bebas namun tetap dapat bekerja sesuai dengan struktur seperti yang ada di kantor lamanya. Karier sebagai seorang penerjemah lepas – khususnya penerjemah novel- tampaknya sudah cocok dengan diri Mbak Dina. Untuk menjadi seorang penerjemah, diperlukan orang yang dapat bekerja secara sistematis, terstruktur, dan peduli terhadap detil, ya seperti Mbak Dina ini 😉

Sekian wawancara dengan Mbak Dina dan sedikit analisis tentang pekerjaannya yang seru! Buat yang mau cari terjemahan untuk bukunya, silakan hubungi Mbak Dina di:

www.facebook.com/dina.begum
@dinabegum
begumdina@gmail.com

PS: Buat yang profilnya ingin dimuat di web EntrepreneurRumahan.com jangan ragu untuk kontak kami ok :)

Artikel ini hanya bercerita dan berisikan wawancara dengan mba Dina.
Untuk bertanya atau berdiskusi dengan mba Dina, silahkan menghubungi ybs langsung ya..

Pengunjung datang dengan kata kunci:

lowongan penerjemah freelance,lowongan freelance translator,lowongan kerja penerjemah bahasa inggris freelance,penerjemah freelance,lowongan penerjemah bahasa inggris freelance

Comments

  1. sangat inspiratif bu,, 😀

  2. bagus sekali artikel ini.

  3. bu kalau mahasiswa jadi penerjemah, kira2 bisa mulainya gimana ya bu..
    atau perusahaan mana yang perlu translator mahasiswa…

  4. mantap banget infonya…semoga kita diberi kesuksesan selalu

  5. Saya kagum sekali dengan tulisan mbak Dina yang telah menceritakan suka dan duka sebagai translator,, salam kenal saya seorang interpreter bahasa jepang,,,

  6. hi mbak Dina, salam kenal…
    saya mahasiswa di Politeknik Negeri Pdang.
    saya mau bertanya bagaimana caranya supaya saya bisa mendapat job sebagai penerjemah awal ( inggris -indonesia) dan belum berpengalaman?????
    mohon sarannnya mbak, terimakasih……

  7. Abdul hakim says:

    Terima kasih banyak untuk memuat wawancara dengan Mbak Dina Begum yang sangat inspiratif dan supportif.

  8. Nurhayati says:

    Sangat inspiratif….semoga kami juga bisa mengikuti kesuksesan beliau di “jalan” ini…
    (seorang PNS dan penerjemah lepas baru)

  9. MANTAF…KISAH YG MENARIK,MBA KLO KELEBIHAN ORDER,SHARE KE SAYA YA..TERIMA KASIH

  10. Wah, seperti itu stendar & hal hal penting bagi penerjemah ya :)
    Tetap semangat… berbagi

  11. Dikky Meigaluh says:

    Dear Mba Dina,

    In case you need my help to share your work, please inform me. I’d be happy to help you, especially to make some money for earn the life of my family. I’ve translated manual machine flex, manual book for Double Trail Karawang-Bekasi, and so on.

    My phone: 0856 242 75075 / pin 75acb7a5

    best regards,

    Dikky

  12. Wah, senangnya yg bisa kerja tp tetap bs ketemu anak di rumah.
    Saya sekarang jg lg berpikir keras caranya berhenti dr pekerjaan permanen yg skrg saya jalani, dan beralih jadi penerjemah freelance yg bisa bekerja dr rumah jd tetap bs ketemu anak sy yg lucu dan tetap bisa memberikan kontribusi utk pemasukan rmh tangga.hehe…

    Sekalian promosi deh,
    Sy menerima job terjemahan JepangIndonesia, JepangInggris.
    Untuk detailnya bisa hubungi by email di herminaregina@yahoo.com

    Ditunggu kontaknya :-)

    Bu Dina, kalau ada info tentang penerjemah bahasa Jepang, boleh dong dishare 😉

    Terima kasih

  13. Inspiratif….:-)

  14. dwi supriyanto says:

    hello, let me introduce my self.
    I am Dwi. I have been lerning English for many years. I like so much by reading your profile.
    Now i am preparing to be a Freelance Translator. Plz pray do so that i become a good English Translater.
    GBU and Fam

    Warm Regards,
    Dwi Supriyanto

  15. Yes! Finally something about kursus bahasa inggris.

  16. Informasi yang begitu berharga bagi saya. Kalau ada yang butuh jasa penerjemah bahasa Inggris ke Indonesia dan sebaliknya terutama untuk area Solo bisa kontak saya ya di email always.irwan00@gmail.com

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.