Pilih Mana? Menjadi Karyawan atau Pengusaha?

Pernahkan anda berpikir untuk mempunyai usaha sendiri? Memang nyatanya hanya sedikit dari mereka yang berani untuk mengelola usaha sendiri. Kebanyakan dari mereka cenderung mengikuti pilihan dari mayoritas orang, karena memang lebih banyak orang yang berprofesi sebagai pegawai atau karyawan, maka mereka menganggap pekerjaan itu jauh lebih baik. Itulah yang mereka pikirkan.

Menjadi karyawan memang nyatanya lebih mudah diraih dibandingkan mereka yang ingin memiliki usaha sendiri. Namun, yang perlu anda sadari adalah, ketika anda menaiki satu tangga untuk berwirausaha, maka akan sangat mudah untuk menaiki tangga-tangga selanjutnya, karena biasanya memang kesulitan itu hanya berada di awal saja ketika anda belum mempunyai modal, relasi, dan pengalaman yang cukup, namun ketika anda mau bertahan untuk menaiki tangga-tangga selanjutya, kesulitan-kesulitan itu akan semakin ringan. Seiring dengan berjalannya waktu, anda akan menyadari anda mulai memiliki kenalan, pengalaman, dan keahlian baru yang tidak dimiliki oleh orang lain yang memilih untuk bekerja kepada orang lain, itulah yang membantu anda mencapai puncak.

[wrdstext id=’PutriNuzulil’]

Berbeda dengan anda yang memilih untuk menjadi seorang karyawan. Bayangkan ketika anda menjadi karyawan. Anda harus mampu bersaing dan mebuktikan diri kepada atasan anda bahwa anda lebih unggul daripada yang lain sehingga anda mendapatkan kenaikan jabatan. Namun apakah akan semudah itu? Nyatanya ketika anda bergerak untuk naik, apakah supervisor anda akan berdiam diri saja merelakan jabatannya anda yang ambil alih dan ia dipindahkan ke bagian lainnya atau malah lebih buruk lagi di-PHK?

Sekarang dengan mengetahui kenyataan ini, jika anda menjadi supervisor dan melihat seorang bawahan anda lebih unggul dari anda sendiri, apakah mereka akan tetap membantu anda melakukan pekerjaan anda dengan baik? Tentu tidak. Bukan maksud saya untuk berpikiran negative disini, saya juga yakin masih ada dari mereka yang mempunyai hati yang tulus, namun dunia perusahaan itu memang sangatlah kejam. Hanya segelintir orang yang masih mau berbaik hati dan benar-benar peduli dengan orang lain.

Ketika anda menaiki satu per satu tangga perusahaan maka langkah selanjutnya akan semakin berat. Kenapa? Karena ketika anda menaiki setiap anak tangga, anda harus terlihat lebih baik dari rekan kerja anda, bawahan anda, bahkan atasan anda. Betapa berat dan terbebannya hidup seperti ini. Ketika anda sudah menaiki posisi puncak sekali pun, apa semuanya sudah selesai? Nyatanya tidak, sekalipun anda mendapatkan kenaikan gaji atau jabatan, maka anda akan memiliki tanggung jawab lebih kepada perusahaan, dan berarti pekerjaan yang lebih banyak pula dan berujung keada stress kerja. Jadi semakin anda atas, semakin berat pekerjaan anda.

Sangat berbeda dengan mereka yang memilih berwirausaha, ketika anda berada di posisi atas, maka anda akan memiliki kebebasan waktu dan kebebasan financial (keuangan), karena di posisi itu, langkah anda sudah sangat ringan, semuanya telah terbayar di awal, dan saat itulah waktu anda menikmati hidup anda dan berbagi dengan keluarga, kerabat, dan orang lain.

[wrdstext id=’PutriNuzulil’]

Speak Your Mind

*

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.