Motivasi

Untuk Apa Kuliah Itu?

Iya yaa… Untuk apa sebenernya kita kuliah? Coba anda renungi dan tanyakan pada diri sendiri. Apakah selama ini sudah mengetahui makna belajar sesungguhnya? Atau anda terjebak dengan pemikiran yang sering ditanam oleh orang lain, hanya untuk mengikuti arus, orang lain sekolah maka saya harus sekolah juga, atau untuk  mendapatkan gelar dan status sosial lainnya.

Sering orang menjawab pertanyaan diatas dengan dalih untuk meningkatkan pengetahuan sehingga nilai kita bertambah atau yang lebih mulia lagi untuk mempertajam keahlian agar bisa mengabdi kepada rakyat.

Jawaban itu sebenarnya tidak salah, malah jika itu memang tujuan anda, anda patut mendapatkan pahala yang sangat besar dari niat anda itu. Namun pertanyaannnya sekarang, apakah niat itu sudah sejalan dengan pemikiran dan tindakan anda selama ini? Atau anda tetap mengikuti alur seperti sebagian orang, belajar untuk kerja, belajar untuk dapat gelar, dan mempertinggi derajat seseorang.

Sehingga sering kali orang mengeluarkan kata-kat seperti ini:

“Saya tidak mungkin melakukan hal itu. Saya ini sarjana. Saya tidak mungkin mengambil pekerjaan yang begitu rendah.”

“Saya tidak mungkin melakukan hal itu. Saya adalah insinyur. Saya tidak mungkin bekerja sebagai agen penjualan.”

“Saya tidak mungkin melakukan hal itu. Itu sangat melenceng dengan apa yang saya pelajari di sekolah dulu.”

Dan berbagai pendapat lainnya.

Sekarang saya ingin bertanya, apa yang anda pikirkan sekarang. Apakah anda menyanggahnya atau menyetujuinya?

Orang-orang seperti itu cenderung membatasi diri dengan apa yang mereka dapat lakukan dengan apa yang mereka dapat selama ini. Gelar pendidikan telah menjadi alat atau batu sandungan bagi mereka. Coba kita pikirkan dan perhatikan. Sebelum orang-orang menjadi sarjana? Apa yang mereka lakukan? Dengan pemikiran “tanpa ijazah tak ada kerja”, mereka merelakan diri untuk mengambil pekerjaan kasar agar mampu menopang hidup mereka atau sekedar untuk memenuhi apa yang mereka butuhkan. Setelah mereka mendapatkan gelar, apa yang terjadi? Mereka hanya akan menerima pekerjaan dengan kriteria gaji tertentu saja.

Coba anda perhatikan lagi, begitu banyak jutawan bahkan milyarder di luar sana yang dari semenjak bersekolah atau kuliah sudah mempunyai bisnis kecil-kecilan sendiri  dan bahkan beberapa dari mereka tidak mengenyam bangku pendidikan setinggi anda. Itu karena mereka tidak pernah membatasi diri atas apapun. Bagi mereka dengan mereka mempelajari banyak hal maka lebih banyak pula yang mereka kerjakan. Pendidikan bukanlah batu sandungan, namun mereka menganggapnya sebagai batu loncatan untuk lebih baik lagi. Mereka mau memulai dari nol untuk terus bertahan dan fokus terhadap hal-hal yang kecil yang akan menjadi hal-hal besar yang tidak pernah mereka duga nantinya.

[wrdstext id=’Gabung Umum’]

Sekarang mari kita bertanya pada diri sendiri, apakah anda mau melakukan berbagai hal untuk meraih impian anda walaupun itu semua terkadang tidak berhubungan sama sekali dengan apa yang sudah anda pelajari selama ini?

Apakah anda mau melalukan berbagai hal tanpa memandang tingkatan akademis anda? Jika jawabannya ya, terus lanjutkan, karena anda sedang mengambil langkah yang tepat untuk mengaplikasikan ilmu anda yang sesungguhnya.

Percayakah anda faktanya 80% ilmu yang anda pelajari selama ini sesungguhnya tidak pernah terpakai di dunia kerja nanti? Ya, karena sebenarnya proses dari anda menuntut ilmu itulah yang nantinya akan membantu anda dalam bekerja, bukan dalam hal materi apa yang diajarkan, bukan berapa nilai kalkulus anda, fisika anda, atau apapun itu. Melainkan ketekunan anda, kejujuran anda, tekad keras anda, dan daya tahan anda dalam menekuni bidang anda yang akan melatih anda di lapangan nanti. Itulah poin yang sebenarnya sangatlah penting. Coba renungkan sekali lagi, apa yang akan anda lakukan untuk hidup anda sekarang.

[wrdstext id=’Gabung Umum’]

Pengunjung datang dengan kata kunci:

untuk apa kuliah,untuk apa kuliah?,kuliah untuk apa,apa kuliah,Kuliah untuk apa?

One Comment

  • Khanafi anjar

    Ya, saya setuju. terkadang gelar dapat menjadi batasan untuk beberapa orang. dalam kehidupan misal. sedang, dalam kehidupan itu sendiri gelar itu tidak begitu berpengaruh. semua masih tergantung pada diri sendiri. terkadang saya juga heran tentang pelajaran sekolah yang telah saya lalui 11,5 tahun ini. apakah semua teori mata pelajaran itu akan digunakan pada kehidupan esok? lantas, mana penerapan untuk semua itu? sejauh ini yang ada hanya teori. padahal pembuktian dan praktek itu lebih utama..

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.